Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Ketika Tuhan Bersalah - Bagian 3

Gambar
  Tuhan Tidak Pernah Memihak Rasa tidak adil sering kali tidak lahir dari kegagalan, melainkan dari perbandingan. Dari melihat orang lain berjalan lebih ringan di jalur yang terasa sama. Dari menyaksikan hidup orang lain tampak rapi, sementara hidup sendiri penuh tambalan. Di situlah luka sosial mulai bekerja, bukan sebagai kecemburuan terbuka, tetapi sebagai pertanyaan yang terus mengendap: mengapa hidup bisa seberbeda ini? Banyak orang berusaha menenangkan diri dengan kalimat, “Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain.” Namun perbandingan tidak selalu disengaja. Ia muncul setiap kali melihat usaha yang serupa berakhir dengan hasil yang jauh berbeda. Ketika satu orang berdoa dan segera mendapat jawaban, sementara yang lain harus menunggu tanpa kepastian. Ketika satu orang jatuh dan langsung ditopang, sementara yang lain dibiarkan belajar bangkit sendirian. Di titik itu, Tuhan mulai terasa tidak netral. Bukan karena manusia ingin diistimewakan, tetapi karena perlakuan yang t...

Ketika Tuhan Bersalah - Bagian 2

Gambar
Doa yang Terlalu Sederhana untuk Dikabulkan Kekecewaan tidak selalu lahir dari permintaan besar yang gagal. Justru sering kali ia muncul dari doa-doa kecil yang terasa terlalu remeh untuk diabaikan. Doa agar satu hal berjalan lancar. Doa agar satu masalah tidak bertambah rumit. Doa agar hidup berhenti menyulitkan untuk sementara waktu saja. Permintaan-permintaan ini tidak terdengar ambisius, tidak juga serakah, namun entah mengapa tetap tidak dikabulkan . Banyak orang tidak meminta hidup yang sempurna. Mereka hanya ingin hidup yang masuk akal. Hidup yang tidak memaksa seseorang terus kuat ketika sudah sangat lelah. Hidup yang memberi jeda setelah rentetan kegagalan. Namun kenyataannya, bahkan doa sesederhana itu sering kali berakhir tanpa jawaban . Bukan ditolak secara terang-terangan, melainkan diabaikan dengan cara yang membuat seseorang meragukan apakah doanya pernah benar-benar didengar. Jika Tuhan Maha Mengetahui isi hati manusia , seharusnya Dia paham bahwa permintaan itu tidak b...

Ketika Tuhan Bersalah - Bagian 1

Gambar
Kesimpulan yang mungkin terdengar kurang ajar Ada satu pikiran yang sering muncul diam-diam, tetapi tidak pantas untuk diucapkan: "mungkin Tuhan yang bersalah" . Pikiran ini tidak lahir dari kemalasan atau keengganan berusaha, melainkan dari kelelahan yang menumpuk setelah terlalu lama berharap tanpa kepastian. Ketika usaha sudah dilakukan, doa sudah dipanjatkan, dan kesabaran sudah dipaksakan, namun tetap berjalan ke arah yang tidak diinginkan, wajar jika seseorang mulai mempertanyakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Jika Tuhan Maha Mendengar , seharusnya Dia tahu betul betapa lelahnya berharap. Jika Tuhan Maha Adil , seharusnya hidup tidak terasa seberantakan ini. Dan jika Tuhan benar-benar peduli , seharusnya hadir ketika seseorang benar-benar sendirian. Masalahnya, hidup sering kali tidak berjalan seperti itu. Rencana-rencana yang disusun dengan hati-hati justru runtuh tanpa penjelasan, sementara doa-doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh berakhir sebagai rutinitas k...